Posts Tagged ‘my home’


/home/wpcom/public_html/wp-content/blogs.dir/759/20799442/files/2015/01/img_5159.jpg
Hari Kamis tanggal 25 Desember 2014, jemaat GMS my home merayakan Natal bersama di Regale International Convention Center dalam dua kali ibadah, yaitu pada pukul 10.00 dan 14.00 WIB. Sekitar 4500 jemaat memadati ruang ibadah pada hari itu. Kali ini, dalam ibadah Natal GMS my home disertai dengan penampilan drama musikal dengan judul “Noel”. Noel adalah nama seorang pemuda yang menjadi tokoh sentral dalam kisah ini. Dimulai dengan setting Kota Brightmond yang sedang dilanda Perang Dunia I pada tahun 1917, Noel dan keluarganya sedang berencana untuk mengungsi apabila keadaan benar-benar sudah tidak aman lagi.

/home/wpcom/public_html/wp-content/blogs.dir/759/20799442/files/2015/01/img_5154.jpg
Natal yang biasanya dirayakan dengan penuh sukacita dan kedamaian diwarnai dengan perasaan takut dan terancam akan serangan musuh. Kedua orang tua Noel, Noel, dan empat saudaranya beserta seorang pengasuh memutuskan untuk berkemas-kemas dan semuanya tidur di ruang tamu pada suatu malam. Sayangnya, Noel susah untuk memejamkan matanya sehingga dia berpindah di sisi ruangan yang lain untuk tidur dan mengenakan penutup telinga hingga akhirnya terlelap. Malam itu, sirene tanda bahaya digaungkan di mana-mana sehingga keluarga Noel dengan sigap terbangun dan segera berangkat untuk menuju pengungsian. Sementara itu, Noel masih tertidur lelap dan tidak menyadari apabila keluarganya telah meninggalkannya.

Setibanya di Kota Fort Worth (tempat pengungsian), orang tua Noel baru menyadari bila Noel tidak lagi bila bersama mereka. Hal ini membuat mereka begitu kuatir dan ibunya dirundung duka yang begitu mendalam. Noel yang tertidur nyenyak akhirnya terbangun dari tidurnya, sesaat kemudian dengan penuh rasa terkejut, dia tidak menemukan keluarganya lagi di ruang tamu rumahnya. Noel mulai panik dan ketakutan, ditambah lagi tiba-tiba ada sepasukan tentara yang hendak masuk ke rumahnya. Serta-merta Noel mencari tempat persembunyian di salah satu sudut ruangan. Ternyata, sepasukan tentara berhasil menemukan Noel di tempat persembunyiannya dan untunglah Kolonel yang memimpin pasukan tersebut melindungi dan kemudian membawa Noel besertanya. Saat hendak meninggalkan kediaman keluarga Noel, Sang Kolonel membawa serta foto keluarganya sebagai satu-satunya kenangan bagi Noel akibat terpisah dengan keluarganya.

15 tahun kemudian, di Kota Fresno pada tahun 1932 Noel yang diadopsi oleh Sang Kolonel berencana menjadi seorang dokter di Brightmond karena tenaga medis di sana sangat minim. Akhirnya, pada tahun 193 Noel melayani si sebuah Rumah Sakit di Kota Brightmond bersama dengan beberapa rekan-rekannya. Kembali ke kota Brightmond, membuat Noel terkenang kembali dengan keluarganya. Noel tetap memanjatkan doa untuk keluarganya sambil memandangi satu-satunya foto keluarga yang masih sempat dimilikinya.
Ternyata, di saat yang bersamaan ibunda Noel dan kakak laki-laki Noel juga sedang mencari-cari Noel sambil menunjukkan foto Noel kepada orang-orang di sekitar Rumah Sakit. Sayang sekali, mereka tidak saling berjumpa.

Perang dunia II kemudian meletus di tahun 1940. Penduduk banyak menjadi korban akibat perang dan Rumah Sakit tempat Noel bekerja turut diserang. Akhirnya Noel dan rekannya tertangkap musuh dan dimasukkan dalam penjara sebagai tahanan. Sementara itu, keluarga korban perang tengah mencari-cari orang yang mereka kasihi karena terpisah akibat perang. Tak ketinggalan, ibunda Noel terus berusaha mencari. Di tengah pencarian, bapak angkat Noel yang sedang bertugas sebagai Kolonel juga tengah mencari dan mendapatkan informasi bahwa Noel tertangkap tentara musuh dan dipenjarakan. Sementara di dalam penjara, Noel mengalami keadaan yang sungguh menyedihkan. Rekannya akhirnya meninggal, namun Noel tetap bersandar pada Tuhan. Dia yakin, dalam kondisi terburuk yang sedang dihadapinya, Tuhan memiliki rencana yang lebih baik. Luapan hati Noel ini dinyatakan dalam sebuah lagu dengan salah satu liriknya “You know better than I”. Memang, Tuhan mengetahui yang lebih baik daripada kita.

/home/wpcom/public_html/wp-content/blogs.dir/759/20799442/files/2015/01/img_5180.jpg
Tak lama kemudian, Sang Kolonel bersama tentaranya berhasil menembus pertahanan musuh dan membebaskan Noel yang sedang pingsan di penjara. Dengan penuh kasih, Sang Kolonel menunggui Noel yang terbaring di Rumah Sakit untuk pemulihan kesehatannya. Begitu Noel sadar, Sang Kolonel menghiburnya dengan memberikan kata-kata yang menguatkan karena Tuhan itu baik. Bukan itu saja kebaikan Tuhan yang telah ditunjukkan-Nya bagi Noel, Dia juga mempertemukan Noel kembali dengan keluarganya. Itulah sekilas kisah drama Natal “Noel” yang dipersembahkan oleh Tim Creative Ministry GMS my home.

/home/wpcom/public_html/wp-content/blogs.dir/759/20799442/files/2015/01/img_5205.jpg
Di hadapan sekitar 4500 jemaat yang hadir dalam dua kali ibadah Natal kali ini, Ps. Yosep Moro – Gembala Gereja Mawar Sharon Regional Sumatra – mengajak semua yang hadir untuk merenungkan Firman Tuhan dari Injil Lukas 1:26-3. Dari kisah “Noel”, kita mempelajari bahwa ternyata di dalam perjalanan hidup kita tidak semua peristiwa terjadi sesuai dengan yang kita harapkan atau inginkan. Adakalanya kita telah mempersiapkan sesuatu bagi masa depan kita, namun bisa jadi ada kendala yang menghalangi rancangan yang telah kita buat. Dalam kitab Injil, dituliskan bahwa berita kelahiran Yesus tidak hanya disampaikan kepada Maria, namun juga disampaikan kepada gembala-gembala domba, dan juga kepada orang-orang Majus dari Timur.

Setelah Maria menerima salam dari malaikat, ia mengalami kebingungan sehingga dalam hatinya bertanya-tanya apakah arti salam tersebut. Tanpa disangkanya, melalui malaikat Gabriel, Maria menerima kabar sukacita bahwa melalui rahimnya akan terlahir Juruselamat dunia. Tanggapan Maria sangatlah wajar ketika ia menanyakan, “Bagaimana hal itu mungkin terjadi, karena aku belum bersuami?. Situasi hidup yang kita alami kadang tak dapat kita pahami, bahkan ketika dengan sungguh-sungguh kita mengiring Tuhan Yesus, namun ada saja hal-hal yang kita alami seolah-olah di luar rencana kita. Hal inipun dialami baik oleh Maria yang tiba-tiba menerima kabar dari Malaikat bahwa ia akan mengandung oleh Roh Kudus.

Seperti kisah Noel yang mengawali perayaan Natal ini, semua peristiwa yang dialami oleh Noel seolah-olah tidak ada campur tangan Allah di dalamnya. Namun, ternyata melalui segala peristiwa yang terjadi, akhirnya kita bisa memahami bahwa Allah turut bekerja untuk mendatangkan kebajikan bagi mereka yang mengasihi-Nya. Memang, dari segala peristiwa yang terjadi, baik atau tidak baik hal tersebut… kita memang tidak bisa mengerti mengapa semuanya harus terjadi. Ketika Allah turut bekerja, banyak perkara yang bagi otak kita itu ‘mustahil’, namun dalam pesan Natal yang disampaikan oleh Ps. Moro hari ini sekali lagi kita diingatkan dengan Firman Tuhan, “Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil” (Luk. 1:37). Untuk menerima penggenapan janji Allah dan mengalami perkara yang bagi manusia mustahil, Maria pun berkata, “Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan, jadilah padaku menurut perkataanmu itu.” Maria benar-benar menempatkan posisi Tuhan sebagai Tuhan, sehingga dia tidak mengizinkan logikanya melebihi otoritas Firman Tuhan. Terkadang kita bisa kecewa terhadap Tuhan apabila rencana kita tidak terlaksana atau ketika doa kita tidak terjawab. Namun, ketika kita menempatkan posisi Tuhan benar-benar sebagai Tuhan… Dia adalah Tuhan, Raja, Allah atas seluruh kehidupan kita, maka kita akan belajar mensyukuri bahwa segala peristiwa yang terjadi atas kehidupan kita adalah seturut kehendak-Nya. Andaikata doa kita saat ini belum terjawab, itu artinya Dia pasti akan menyediakan yang lebih baik, rencana-Nya sungguh lebih baik dari rencana kita – “You know better than I”.

Selamat Natal 2014 dan tahun baru 2015!

Advertisements

20140219-131736.jpg
Hari Rabu, 25 Desember 2013 GMS my home menyelenggarakan ibadah Natal spesial dengan tema “A Christmas Carol” di MICC Hotel Santika Dyandra, Medan. Tema Natal kali ini terinspirasi dari kisah Natal karangan Charles Dickens. Menampilkan konsep ibadah yang menyatu dengan alur cerita disertai dengan drama musikal, membuat jemaat yang hadir seakan-akan ikut terlarut di dalam cerita yang dibawakan. Dimulai dengan pembukaan di layar LCD menampilkan sebuah buku tebal berjudul “A Christmas Carol” yang lembarannya mulai terbuka dan ketika cahaya lampu di panggung mulai semakin terang, tampak para warga kota yang diperankan oleh tim Praise and Worship saling menyapa, mengucapkan salam Natal satu sama lain lalu mengajak jemaat untuk memuji Tuhan bersama. Pujian pengagungan dengan lagu-lagu bertema Natal dinaikkan dengan penuh sukacita ditampilkan dengan begitu merdu oleh tim Praise and Worship yang sangat bersemangat, ditambah lagi dengan kostum yang dikenakan begitu menyatu dengan setting panggung yang bernuansa klasik. Beberapa saat kemudian, seorang Walikota yang diperankan oleh Sdr. Albert Tandika memasuki panggung dan mengumumkan untuk mengumpulkan persembahan bagi Kerajaan Sorga, sementara ada seorang pria tua bernama Tuan Eben yang menolak untuk memberikan persembahan maupun sumbangan dalam bentuk apapun. Karakter Tuan Eben yang merupakan tokoh sentral dalam “A Christmas Carol” ini diperankan oleh Sdr. Wendy Chandra dari Creative Ministry dan sungguh mengagumkan dalam membawakan sosok pria tua yang kikir dan tidak mengenal belas kasihan.
20140219-132714.jpg
Tuan Eben seringkali tidak menghiraukan hal-hal yang berbau religius, terlebih lagi dengan perayaan Natal. Tak heran, dirinya senantiasa dijauhi oleh warga di sekitarnya dan dikenal sebagai orang yang kurang ramah terhadap sesama. Ketika salah satu pegawainya yang bernama Bob hendak meminta izin tidak masuk kerja pun juga memperoleh peringatan yang keras, karena bagi Tuan Eben uang adalah segalanya. Sepeninggal pegawainya, Tuan Eben masih menyibukkan diri dengan pekerjaannya hingga akhirnya listrik padam dan suasana menjadi gelap. Ketika mencari alternatif penerangan, tiba-tiba Tuan Eben dikejutkan dengan sebuah lilin yang menyala dan yang lebih mengejutkan ternyata yang menyalakan lilin tersebut adalah seorang malaikat! Gelak tawa jemaat sejenak memenuhi ruangan karena perjumpaan yang spontan antara malaikat (diperankan oleh Sdri. Wynda Cinnow) dengan Tuan Eben. Mereka terlibat dalam sebuah percakapan dan malaikat ini memperkenalkan dirinya sebagai ‘malaikat masa lalu’ yang membawa Tuan Eben ke masa kecilnya. Bayangan masa lalu ditampilkan di hadapan Tuan Eben, dan tampak sosok seorang anak kecil yang murung, kelaparan dan tidak memperoleh perhatian orang tua, sementara teman-teman lainnya dipenuhi dengan keceriaan. Kekecewaan akan masa kecil yang begitu kelam inilah yang membentuk kepribadian Tuan Eben menjadi sangat mandiri, keras dan menyukai kerja tanpa kenal waktu, namun sayangnya ketika beranjak dewasa menjadi pribadi yang kaku, tertutup dan kurang peduli dengan sesama.
20140219-155024.jpg
Malaikat masa lalu kemudian menampilkan perjumpaan Eben yang masih remaja dengan wanita cantik yang sangat dikasihinya; yaitu Bella. Melihat bayangan masa lalunya yang berjumpa dengan Bella dan mereka mulai menari bersama laiknya sepasang kekasih, begitu menyentuh perasaan Tuan Eben. Kenangan berikutnya beranjak ke masa Tuan Eben yang lebih dewasa. Eben yang telah dewasa lebih memikirkan pekerjaan, mengejar harta dan kekayaan ketimbang menjalin hubungan yang lebih serius dengan Bella.
20140219-135753.jpg
Bella menegur Eben yang terlalu memprioritaskan waktunya untuk mengejar harta kekayaan sehingga akhirnya Bella memutuskan untuk meninggalkan Eben dan mengakhiri hubungan kasih di antara mereka. Benar-benar drama musikal yang menakjubkan, sewaktu adegan perpisahan inipun Bella menyanyikan sebuah lagu sendu yang memilukan hati, namun hal ini juga tidak membuat hati Eben tersentuh dan berusaha memperbaiki hubungannya dengan Bella. What an amazing song! Dibawakan dengan sangat menjiwai dan suara yang merdu oleh Cherlina Wen yang memerankan Bella. Keseluruhan lagu (dalam bahasa Inggris) ini dikarang dan diaransemen sendiri oleh Sdr. Michael Tjanaka. Bukan saja lagu perpisahan ini, namun semua iringan musik dan semua lagu yang digunakan dalam drama musikal ini diaransemen dan dimainkan oleh Sdr. Michael (proud of you, bro).

Kenangan akan masa lalu ini menyiratkan kepedihan yang sangat mendalam bagi Tuan Eben sehingga tak tahan lagi untuk menyaksikannya. Mendadak malaikat masa lalu lenyap… Kemudian dalam kesendirian dan keheningan, tiba-tiba Tuan Eben dikejutkankan oleh gelak tawa dengan diiringi lagu penuh sukacita oleh malaikat berikutnya, ya… dia adalah malaikat masa kini yang humoris dan dipenuhi dengan tawa. Malaikat masa kini menunjukkan realita kehidupan kepada Tuan Eben yang tidak memiliki kepedulian terhadap sesama. Ada seorang wanita miskin di pinggir jalan yang senantiasa mengucap syukur kepada Tuhan untuk sepotong roti keras. Sementara, Tuan Eben menyatakan pada malaikat mengenai ketidakpeduliannya pada sesama, “Untuk apa saya peduli? Semua orang pasti akan meninggal. Memang apa bedanya; jika seseorang meninggal saat ini karena kelaparan atau sakit penyakit?”. Salah satu ucapan Tuan Eben yang saya jadikan sebuah quote untuk menjadi renungan bagi diri kita adalah ini; “Bagaimana saya bisa menunjukkan kasih, sementara tak seorang pun menunjukkan kasih kepada saya?”. Tuan Eben merasa dijauhi dan tidak disukai oleh warga di sekitarnya, karena itu dia memutuskan untuk tidak peduli dengan sesama.
20140219-160148.jpg
Tak lama kemudian, di sisi yang lain Tuan Eben dibawa oleh malaikat masa kini ke sebuah ruang makan keluarga Bob, pegawainya. Sungguh terkesan dengan tim Creative ministry yang dengan sangat cepat mengubah setting panggung; dari setting ruangan kantor yang berubah ke masa lalu, dari setting taman hingga ke masa kini lalu tiba-tiba tersedia meja makan dan tampak Bob, istrinya serta anak mereka yang bernama Tim duduk bersama untuk menikmati makan malam. Tuan Eben terkejut menyaksikan kebaikan hati Bob yang mau bersulang bagi dirinya sementara istrinya sempat merasa dongkol ketika nama Tuan Eben disebut. Yang membuat Tuan Eben tersentuh adalah ketika melihat Tim, anak Bob dalam kondisi sakit parah. Dia bertanya kepada sang malaikat apakah memungkinkan untuk Tim disembuhkan. Kembali sang malaikat menjawab seperti ucapan Tuan Eben sendiri, “Untuk apa saya peduli? Semua orang pasti akan meninggal. Memang apa bedanya; jika seseorang meninggal saat ini karena kelaparan atau sakit penyakit?”.
20140219-154231.jpg
Rupanya dari situasi ini hati Tuan Eben mulai tersentuh dan hendak berniat keluarga Bob, apalagi tak lama kemudian ditunjukkan kesedihan Bob yang mulai meratapi kematian anaknya dan dinyanyikan dengan sangat menyentuh hati. Jujur, saya sendiri pun menangis dan terharu ketika melihat penampilan Sdr. Erwin yang memerankan Bob, apalagi sembari menggendong ‘jenazah’ Tim anaknya sambil bersenandung “I remember the way you smile, I remember the way you cry…” (two thumbs up untuk actingnya Erwin & aransemen lagunya Michael!).

Suasana gelap gulita kembali memenuhi panggung dan Tuan Eben dalam kesendirian mulai kebingungan, karena tiba-tiba muncul sosok malaikat berikutnya yang begitu dingin dan misterius, dia adalah malaikat yang akan menunjukkan masa depan. Sesaat kemudian, muncul kerumunan warga sekitar yang bernyanyi gembira dan mengekspresikannya sambil bercakap-cakap mengenai kematian seseorang. Tuan Eben masih belum sadar mengenai siapa yang dipercakapkan, hingga dia melihat seorang ibu yang biasanya membantu membersihkan rumah menunjukkan sehelai kemeja kepada temannya, dan dia mengenal baju itu, ternyata milik Tuan Eben. Dalam sekejab, setting panggung berubah menjadi pemakaman. Di luar kebiasaan, tak seorang pun yang hadir di pemakaman tersebut, hanya penggali kubur dan sesosok mayat dengan ditutupi kain. Tanpa ambil pusing, penggali kubur pun meninggalkan pekerjaannya karena merasa lapar dan menunda penggalian kubur. Sambil memberanikan diri, Tuan Eben menghampiri jenazah itu dan ketika kain penutupnya tersingkap, betapa takutnya dia karena melihat sosok dirinya sendiri. dalam sekejap tangannya dalam kondisi dirantai dan diseret oleh malaikat yang menunjukkan masa depan menuju ke api yang bernyala-nyala karena ternyata sosok tersebut adalah malaikat maut. Sambil berteriak-teriak minta ampun dan berjanji untuk memperbaiki kelakuannya, Tuan Eben tak kuasa menahan tarikan rantai sang malaikat hingga akhirnya terjerumus ke dalam api dan… dalam waktu relatif singkat setting panggung kembali menampilkan ruang kantor Tuan Eben, sementara dia terlelap di atas meja kerjanya.
20140219-154447.jpg
Tampak juga sosok wanita tua yang sedang membersihkan ruang kerja dan Tuan Eben akhirnya tersadar dari tidurnya dengan rasa kaget karena mendapati dirinya ternyata masih hidup. Saking gembiranya, Tuan Eben mengajak si wanita tua menari. Tentu saja, Tuan Eben langsung mendapatkan tamparan di pipi dari wanita tua tersebut karena dianggap kurang ajar.
20140219-155145.jpg
Di luar kantornya, sekerumunan warga menyanyikan lagu Natal dan tidak seperti sebelumnya, kali ini Tuan Eben membagikan uangnya untuk sumbangan amal, bahkan dia pun menjumpai walikota dan memberikan sejumlah uang untuk merayakan Natal. Perubahan hidup yang sangat luar biasa karena perjumpaannya dengan tiga malaikat. Tidak berakhir di sini saja, Tuan Eben bahkan mengunjungi Bob dan keluarganya. Tidak melewatkan kesempatan di dalam merayakan Natal, Tuan Eben juga hendak menolong Bob dan keluarganya untuk pengobatan Tim. Di akhir kisah ini, saya mulai tampil di panggung sambil menyapa Tuan Eben, Bob dan keluarganya namun bukan untuk menjadi bagian dalam cerita, akan tetapi untuk menyampaikan konklusi dari pesan Natal melalui drama musikal tadi.
20140219-135923.jpg
Allah datang tidak mengutus malaikat-Nya agar membuat kita bertobat! Dia telah mengutus Putera-Nya yang tunggal; Tuhan Yesus Kristus untuk menebus dosa umat manusia (Yoh. 3:16). Saya mengajak semua jemaat yang hadir untuk memperhatikan pesan ini dalam perayaan Natal kali ini; Apa yg terpenting di dunia ini yang sedang Anda kejar sehingga melupakan hal-hal terpenting yang bisa dinikmati dalam hidup ini? Anda bisa memiliki segalanya, namun kehilangan CINTA! Apabila uang yang selama ini terlalu kita kejar, bisa jadi kita mengorbankan melupakan hubungan yang terpenting dengan keluarga, orang yang kita kasihi, dan sesama. Uang memang penting, namun bukan segalanya!

3 HAL penting dalam hidup ini yang tidak dapat dibeli dengan UANG:
1. Kebahagiaan
Pepatah orang bijak pernah menyampaikan beberapa hal berikut mengenai uang:
#Dengan uang dapat membeli makanan enak, tapi tidak dapat membeli selera
#Dengan uang dapat membeli tempat tidur, tapi tidak dapat membeli tidur nyenyak
#Dengan uang dapat membeli obat, membayar dokter + rumah sakit, tapi tidak dapat membeli kesehatan
#Dengan uang dapat membeli rumah mewah, menyelenggarakan pesta pernikahan yang mewah, tapi tidak dapat membeli kebahagiaan di dalamnya

“Berbahagialah setiap orang yang takut akan TUHAN, yang hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya!” (Mzm. 128:1)
Kebahagiaan sejati hanya dapat kita temukan di dalam Tuhan, saat hidup di dalam takut akan Dia dan hidup menurut Firman-Nya.

2. CINTA
Uang tidak bisa membeli cinta. Sekalipun hanya sekedar kisah fiksi, dari pengalaman Tuan Eben dalam ‘A Christmas Carol’ yang berusaha menjadi kaya untuk menikahi kekasihnya namun justru motivasi untuk mengumpulkan banyak uang justru memisahkan cinta mereka. Anda bisa memiliki segalanya, namun kehilangan CINTA! Uang tidak bisa membeli cinta! Akhirnya, Tuan Eben juga kehilangan kasih sehingga dia berkata, “Bagaimana saya bisa menunjukkan kasih, sementara tak seorang pun menunjukkan kasih kepada saya?”

Pelajaran yang dapat kita petik ialah… semua orang membutuhkan kasih; kasih itu adalah pribadi Tuhan YESUS! Dalam 1 Yoh. 4:19 tertulis, “Kita mengasihi, karena Allah lebih dahulu mengasihi kita.”. Bukti bahwa Allah begitu mengasihi saya dan Anda terdapat dalam 1 Yohanes 4:1 – “Inilah kasih itu: Bukan kita yang telah mengasihi Allah, tetapi Allah yang telah mengasihi kita dan yang telah mengutus Anak-Nya sebagai pendamaian bagi dosa-dosa kita.”

3. KESELAMATAN dan hidup kekal
Keselamatan yang saya maksud bukanlah selamat selama di bumi saja, namun selamat juga hingga di akhirat! Apakah Anda telah menyadari dan tahu pasti ke mana akhir hidupmu nanti? Uang tidak pernah bisa membeli keselamatan dan hidup kekal! Amal dan sumbangan sosial tidak bisa membeli tempatmu di sorga! Neraka sudah menantimu bila kau tidak bertobat. Mungkin Anda bisa berkata, “saya orang baik!” namun kebaikan juga tidak bisa membuat seseorang masuk sorga. Untuk masuk sorga, Tuhan Yesus harus dilahirkan dalam hati Anda.

Moment Natal adalah waktunya untuk kita menyadari akan pentingnya sebuah perubahan hidup. Uang, harta benda, dan kekayaan sifatnya hanya sementara. Yang perlu dicapai dalam hidup ini adalah kesadaran akan pentingnya memiliki hidup kekal dengan Tuhan Yesus yang menjadi Tuhan dan juruselamat bagi hidup kita, sehingga beranjak dari kesadaran tersebut akan mendorong kita untuk mengalami perubahan hidup.
20140219-132513.jpg
Pesan Natal yang saya sampaikan dalam ibadah Natal ini ditutup dengan paduan suara yang dipimpin oleh Sdri. Irena bersama dengan sekumpulan anak-anak kecil, sementara saya dan Ps. Yosep Moro bersama keluarga juga turut maju ke depan serta mengajak jemaat untuk turut menyalakan flash pada Handphone mereka mengiringi lagu pujian yang dinaikkan.
20140219-160257.jpg
Seusai perenungan singkat yang disampaikan oleh Ps. Yosep Moro, saya mengundang setiap orang yang mau mengalami perubahan hidup dalam dirinya serta mau membuka hati bagi Tuhan Yesus sebagai juruselamat pribadi. Di antara sekitar 3900 jemaat yang hadir dalam dua kali ibadah tersebut, 204 orang maju untuk meresponi altar call dan puji Tuhan, 39 di antaranya mau memberi diri dibaptis selam saat itu juga. Segala kemuliaan hanya bagi Tuhan Yesus. Merry Christmas 2013 and Happy New Year 2014!


20131025-220028.jpg

Hari Selasa, tanggal 15 Oktober yang lalu Army of God GMS my home Medan menyelenggarakan acara Youth Fest yang bertema “Metamorphose”. Youth Fest ini diselenggarakan sebagai ajang untuk menampilkan kreativitas anak-anak muda zaman sekarang. Dalam kehidupan generasi muda, banyak terdapat bakat terpendam yang perlu terus digali, dikembangkan, dan dipersembahkan bagi kemuliaan Tuhan Yesus. Melalui event inilah, seluruh anak-anak muda Army of God berusaha menyalurkan hobby serta mengembangkan ide-ide kreatif mereka. Ketika mulai melintas area entry hall akan tampak lukisan kanvas setinggi 3 meter yang dibuat secara manual hasil lukisan tangan anak-anak muda dengan penuh kreativitas untuk menggambarkan bentuk kupu-kupu hasil metamorfosis secara abstrak.

20131025-223017.jpg
Bakat di dalam merias wajah ditunjukkan melalui kreativitas face painting menggunakan bahan fosfor glow in the dark, penyatuan komposisi kostum ala Korea yang sedang menjadi trend masa kini bagi anak-anak muda, serta bakat musik hingga bakat menari ditampilkan dalam acara Youth Fest ini. Youth Fest juga merupakan event penginjilan yang dikemas secara relevan bagi anak-anak muda, sehingga AOG Youth juga mengadakan beberapa kompetisi yang diikuti pelajar-pelajar dari beberapa sekolah tertentu, seperti fun futsal, video competition, dan a capella.

20131025-223141.jpg
Sebagai puncak acara Youth Fest ini, saya selaku Gembala Lokal GMS my home menyampaikan Firman Tuhan di hadapan lebih dari 800 anak muda yang hadir. “Anak-anak muda boleh mengembangkan kreativitasnya, namun harus mempersembahkan kembali talenta yang dimilikinya bagi kemuliaan nama Tuhan…” demikian pesan saya di awal khotbah. Diambil dari tema Youth Fest ini yaitu “Metamorphose”, saya menekankan bahwa perubahan yang terjadi itu dimulai dari dalam kemudian terpancar keluar. Tanpa perubahan spritual, maka perubahan karakter, kebiasaan, dan tingkah laku tidaklah berarti. Di tengah khotbah yang disampaikan, disajikan glow in the dark story telling yang mengisahkan metamorfosis kupu-kupu hingga akhirnya bersatu dengan kelompoknya. Untuk memelihara agar perubahan hidup seseorang tetap berada dalam kehendak Tuhan, dibutuhkan komunitas yang sehat, yaitu di dalam Connect Group. Mengakhiri khotbah, saya mengadakan altar call bagi setiap anak muda yang hadir dan sekitar 250 orang meresponi panggilan pertobatan ini serta 20 orang memberikan diri dibaptis selam hari itu juga!


20130828-232835.jpg

Hari yang luar biasa bagi para wanita, karena pada hari Sabtu, 24 Agustus yang lalu Mawar Sharon Women GMS my home mengadakan acara “Attractive Women”. Semenjak pukul 09.00 pagi, tampak para wanita mulai berdatangan hadir dalam acara ini dan melakukan registrasi ulang untuk memperoleh name-tag peserta, women’s kit, dan pengumpulan nomor door prize. Seusai registrasi ulang, para peserta diarahkan untuk dapat berpose dia area photo booth yang didekorasi dengan nuansa berwarna pink yang memancarkan kepribadian seorang wanita yang menarik. Sekitar 360 jemaat Wanita baik yang masih lajang, para istri, dan Wanita berusia senior mengikuti acara ini dengan antusias. Sebagian besar peserta berasal dari kota Medan, ada pula beberapa di antaranya dari luar kota di Propinsi Sumatra Utara.
20130828-232915.jpg
Acara ini dimulai tepat pukul 09.30 WIB dan dipandu oleh dua MC wanita yang sangat menyegarkan dan menarik. Sesi pertama dilayani oleh ibu Yesika Suryani selaku gembala Mawar Sharon Women GMS my home dengan tema “Inside Out”. Beliau meletakkan dasar bagi para wanita agar menjadi attractive di mata Tuhan. Dalam khotbahnya, wanita diilustrasikan seperti lampu yang memancarkan sinar karena tersambung dengan daya listrik yang mengalir, sehingga para wanita harus senantiasa tersambung dengan Tuhan (connect with GOD). Lampu bisa saja sudah tersambung dengan benar dan dialiri arus listrik, namun apabila lampu tidak bisa bersinar disebabkan ada satu bagian komponen yang rusak, dalam hal ini gambar diri wanita yang masih belum dipulihkan. Wanita akan bersinar bila menampilkan inner beauty dengan gambar diri yang dipulihkan. Hal ini akan terwujud apabila menjaga hati dengan segala kewaspadaan, menutup telinga dari setiap intimidasi iblis namun tetap membuka telinga hanya untuk mendengar nasehat dan petunjuk Tuhan, dan selalu memiliki pikiran yang selalu diperbaharui.
“Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu.” (Filipi 4:8), demikianlah ayat Firman Tuhan yang dikutip oleh ibu Yesika. Setiap wanita harus mempunyai hidup yang berkualitas serta memberi dampak/ pengaruh yang positif bagi lingkungannya.
20130828-233021.jpg
Dalam sesi kedua dilayani oleh ibu Desi Trisnawati (Master Chef – Jakarta) dengan tema “ABCD’s recipes for Attractive Women”. Dalam sesi kedua ini, ibu Desi menjelaskan bahwa seorang Attractive Woman hendaknya memenuhi 4 kategori ini; A for Attitude and Appearance, B for Brilliant, C for Creative and D for Dare.
Attitude, wanita harus mempunyai sikap hati yang benar, karena “hatiku kekuatanku”.
Appearance tentang berpenampilan yang sopan dan menarik.
Briliant, sebagai wanitanya Allah kita harus mengetahui kehendak Tuhan dalam hidup kita, anugerah Tuhan itu memampukan kita untuk hidup seturut kehendak-Nya.
Creative, orang yang suka marah itu tidak kreatif. Definisi kebodohan adalah melakukan hal yang sama berulang-ulang namun mengharapkan hal yang berbeda.
Dare to be different, berani tampil berbeda di tengah-tengah kegelapan dunia.
20130828-233918.jpg
Sesi kedua diakhiri dengan makan siang selama kurang lebih setengah jam, dilanjutkan dengan special performance, seorang penyanyi solo membawakan lagu Beautiful – kamu cantik dari hatimu (Cherry Belle), lalu sepuluh model dari jemaat menampilkan fashion show bersama Sdri. Happy Debora (One Model Academy – Surabaya). Penampilan fashion show ini sangat memeriahkan acara tersebut. Acara semakin seru saat dibuka tanya jawab kepada Sdri. Happy Debora seputar bagaimana Wanita dapat berpenampilan lebih menarik yang dipandu oleh MC. Melalui fashion show ini disampaikan nilai bahwa menjadi Wanita yang menarik itu dimulai dari dalam hati (inner beauty), serta untuk tampil cantik wanita harus selalu berpakaian yang rapi dan sopan.

Sesi ketiga yang dilayani oleh ibu Julita Manik, dengan tema “Power of Praise”. Wanita dibekali Tuhan dengan banyak kata-kata dan dari perkataan kita ada dua kuasa: Kuasa kehidupan atau Kuasa kematian. Hendaklah firman-firman Tuhan yang terus diperkatakan sebab Firman Allah itu sungguh berkuasa dan akan memberikan kuasa kehidupan untuk selama-lamanya. Sebagai wanita yang menjabat posisi sebagai seorang ibu, sering-seringlah memperkatakan perkataan yang membangun dan memotivasi suami dan anak- anak. Alhasil suami akan menjadi semakin baik seperti apa yang diperkatakan dan anak-anak juga akan bertumbuh menjadi anak yang terus punya semangat dan sanggup meraih keberhasilan demi keberhasilan dalam hidupnya.

Di akhir sesi terakhir ini, ibu Yesika mengundang para jemaat wanita yang memiliki pergumulan agar dapat didoakan. Sekitar 25 orang lebih maju ke depan untuk didoakan serta mengalami hadirat Tuhan. Di penghujung acara “Attractive Women” ini dilakukan pengambilan door prize, yang disambut sangat meriah oleh para peserta yang hadir. Acara ini bukanlah acara biasa, dan biarlah para wanita semakin dikuatkan, hidupnya mengalami pemulihan, karakter ilahi dari Yesus Kristus menjadi bagian kehidupannya, sehingga menjadi dampak yang luar biasa baik bagi keluarga, lingkungan, dan masyarakat di sekelilingnya. Jadilah wanita ilahi yang berdampak! (AW)


20130501-114528.jpg

Persiapkan diri Anda untuk sebuah lawatan Tuhan yang luar biasa tahun ini! Inilah seruan doa kami bagi penduduk Pulau Sumatera, agar sebanyak mungkin orang-orang yang masih terhilang dimenangkan bagi Tuhan Yesus. Dimulai dari kota Medan, tempat terselenggaranya Kebaktian Kebangunan Rohani “Sumatra for Jesus”, kemuliaan-Nya akan semakin dinyatakan. Mari turut mendoakan acara ini, turut menginformasikan acara ini, mengajak keluarga dan rekan-rekan Anda serta turut menghadiri acara ini. Tuhan Yesus akan menyatakan kasih-Nya melalui Firman Tuhan yang akan disampaikan oleh Ps. Philip Mantofa dan Ps. Yosep Moro Wijaya. Tidak kalah serunya, Choky Sitohang akan menyampaikan kesaksian hidupnya bersama Tuhan Yesus dalam acara ini.

Acara ini GRATIS, dilaksanakan di Lapangan Benteng- Medan mulai pukul 19.00 WIB. Informasi KKR Sum4JE ini dapat menghubungi: Calvin – 061 91273879. Untuk mengikuti update acara ini lebih lanjut, ikuti twitter GMS my home di sini dengan hashtag #SUM4JE dan melalui facebook di sini.

Saya mengundang Anda semua yang membaca blog ini untuk dapat menghadiri acara KKR “Sumatra for Jesus” ini. Anda juga dapat turut membagikan informasi mengenai acara ini dengan share melalui facebook, twitter, google+, dan mengirimkan email ke rekan-rekan Anda dengan klik link di bawah ini.