Posts Tagged ‘volunteer’


Ini dia hari yang ditunggu-tunggu! Hillsong Conference 2011 sebagai puncak perayaan 25 tahun keberadaan Hillsong Church. Semenjak siang, ribuan orang berbaris dalam antrian yang begitu panjang untuk melakukan registrasi. Saya dan rekan-rekan rombongan Hillsong Conference Tour dari Gereja Mawar Sharon mulai bersiap-siap dari pkl. 2 siang di sekitar gedung konferensi. Hillsong Conference kali ini diadakan di Sydney Entertainment Centre yang berdekatan sekali dengan Darling Harbour. Selain itu, bagi Anda yang pernah belanja di Paddy’s Market’s… that’s it! Tempatnya berseberangan saja dengan pusat perbelanjaan oleh-oleh dan souvenir tersebut. Hanya berjarak sekitar 15 menit berjalan kaki dari hotel Rydges tempat kami menginap, tempat konferensinya benar-benar mudah untuk dicapai.

Dengan venue dan acara yang begitu luar biasa ini tentunya melibatkan banyak orang. Sekitar 4000 volunteer dari jemaat Hillsong Church maupun murid-murid Hillsong College terlibat untuk bersama-sama melayani Tuhan dan mereka melakukannya dengan excellent! Keramahan, senyuman, dan kata-kata sopan dengan sikap yang selalu ingin membantu membuat kami cepat merasa akrab dengan volunteer yang ada. Mereka mengenakan kaos warna hitam yang bertuliskan ‘VOLUNTEER’ di bagian depan dan ‘HERE TO HELP!’ di bagian belakang.

Pintu masuk menuju ruang konferensi dibuka pada pukul 5 sore waktu setempat dan peserta konferensi pun berduyun-duyun masuk ke dalam. Kami disambut dengan keramahan dari para volunteer yang melayani dengan penuh sukacita saat memasuki ruang konferensi ini.

Oya, saya dan beberapa rekan masuk melalui pintu 7 untuk duduk di section 22, sehingga kami dapat melihat panggung dari sisi sebelah kiri. Di bagian ini memang disediakan bagi yang membutuhkan terjemahan. And guess what…? Ternyata saya tidak menerima alat penterjemah berupa headset yang biasanya digunakan dalam konferensi internasional, tapi… berupa pendamping yang duduk di sebelah saya dan membantu menterjemahkan secara langsung. Penterjemah saya bernama Bapak Steve, seorang volunteer yang turut melayani dalam konferensi ini.

Bapak Steve berasal dari Jakarta, dan saat ini memiliki franchise dari salah satu usaha makanan di Perth yaitu CRUST gourmet pizza bar.

Akhirnya, acara pembukaan Hillsong Conference 2011 dimulai tepat jam 6 sore waktu setempat. Sekitar lima belas ribu pengunjung memadati Sydney Entertainment Centre dan acara dimulai dengan tayangan animasi LED yang menampilkan gambar maupun tulisan mengenai apa saja yang akan ditampilkan dalam konferensi ini; yaitu berupa lighting/ tata cahaya di tengah keramaian pengunjung sehingga seolah-olah berada di angkasa luar, disertai kapal antariksa dan suara astronot, cahaya laser yang memancar ke seluruh sudut ruangan, orkestra, drum solo, pawai drum, choir, grand piano, opera diva, terompet, dan… artis pemimpin pujian, yaitu Judah Smith yang muncul di tengah-tengah panggung sambil menyanyikan “a whole new world” disertai pijaran kembang api.

Keren sekali! Perpaduan teknologi lighting modern, animasi LED, sound effect, dan sentuhan seni yang sangat memikat membuat pembukaan Hillsong Conference ini sangat meriah!!!

Acara dilanjutkan dengan menampilkan tulisan “JESUS” sebagai latar belakang panggung yang terdiri dari permainan tata letak lampu diiringi pawai drum disertai choir yang mengagungkan nama Yesus, sedangkan LED menampilkan ayat-ayat Firman Tuhan. Joel Houston – anak dari Ps. Brian dan Bobby Houston memimpin pujian dan penyembahan yang membawa seluruh peserta konferensi masuk lebih lagi dalam hadirat-Nya.

Di hari pertama konferensi ini, dr. John C Maxwell menjadi pembicara perdana yang menyampaikan isi hati Tuhan. Dengan hangat beliau menyapa seluruh pengunjung konferensi, “My name is John, what’s your name..?”

Mengawali pesan yang disampaikan, dr. John C Maxwell menceritakan pengalamannya semenjak tahun 1976 sebagai gembala di Ohio. Suatu ketika Tuhan berbicara padanya bahwa Tuhana akan memberinya pelayanan untuk para pemimpin.
Akhirnya, semenjak 35 tahun yang lalu, semua yang beliau pelajari adalah mengenai kepemimpinan. Salah satunya adalah dengan menyelidiki kehidupan Rasul Paulus dan kepemimpinannya serta bagaimana penerapannya.

Pelajaran pertama: seorang pemimpin harus menemukan identitasnya dalam Yesus, bukan menurut apa kata orang
Dalam 1 Kor. 2:1-5 versi the MESSAGE tertulis mengenai kepemimpinan Paulus yang menemukan identitas dirinya dalam Tuhan, bukan dari apa kata orang:
You’ll remember, friends, that when I first came to you to let you in on God’s master stroke, I didn’t try to impress you with polished speeches and the latest philosophy. I deliberately kept it plain and simple: first Jesus and who he is; then Jesus and what he did-Jesus crucified. I was unsure of how to go about this, and felt totally inadequate-I was scared to death, if you want the truth of it – and so nothing I said could have impressed you or anyone else. But the Message came through anyway. God’s Spirit and God’s power did it, which made it clear that your life of faith is a response to God’s power, not to some fancy mental or emotional footwork by me or anyone else.

Rasul Paulus adalah seorang yang pandai sekali, banyak menulis, memiliki pendalaman Firman Tuhan dan prinsip yang kuat. Namun, dengan rendah hati dia mengarahkan orang lain yang melihat apa yang dikerjakannya bukan karena kepandaiannya, tetapi supaya orang lain melihat bahwa Yesus di dalam dirinya.
Pemimpin harus mengerti bahwa Yesus adalah jawaban, dan semua jawaban tersebut ada dalam Alkitab! Milikilah identitas dalam Yesus sehingga setiap orang yang melihat kita akan mengarahkan pandangan imannya pada Yesus.

Pelajaran kedua: seorang pemimpin memiliki sudut pandang/ perspektifnya Tuhan.
Apa yang kita lihat dan rasakan hendaknya berasal dari sudut pandang Tuhan. Menjadi seorang pemimpin bukan untuk pamor atau untuk mendapatkan fasilitas belaka namun untuk menjadi teladan dan memberi nilai kepada orang lain. Menjadi seorang pemimpin akan selalu berhadapan dengan orang-orang dari latar belakang dan kebutuhan yang berbeda-beda.

Seorang pemimpin selalu melihat lebih dari orang lain dan melihat sebelum yang lain melihat. Dalam 2 Kor. 4:16-18 versi the MESSAGE tertulis:
So we’re not giving up. How could we! Even though on the outside it often looks like things are falling apart on us, on the inside, where God is making new life, not a day goes by without his unfolding grace. These hard times are small potatoes compared to the coming good times, the lavish celebration prepared for us. There’s far more here than meets the eye. The things we see now are here today, gone tomorrow. But the things we can’t see now will last forever.

Dalam suratnya tersebut, Rasul Paulus hendak menyampaikan bahwa sebagai pemimpin hendaknya lebih besar di dalam daripada di luar.
Yang di luar ini akan menghadapi masalah yang berdatangan, tetapi di dalam adalah tempat roh berdiam. Apabila yang ‘di dalam’ lebih besar, maka kita tidak akan dikendalikan oleh masalah yang dari luar. Leadership itu dimulai dari dalam. Walaupun ‘di luar’ Paulus mengalami banyak tantangan dan cobaan, namun Paulus ‘rest inside’; dia menemukan kedamaian dalam rohnya bersama dengan Tuhan sehingga memperoleh kekuatan yang baru.

Penjabaran yang luar biasa oleh dr. John C Maxwell. Hari pertama konferensi ini dilanjutkan dengan malam pujian penyembahan bersama JESUS CULTURE band.

Posted with WordPress for BlackBerry.

Advertisements

Pada hari Sabtu, 2 April 2011 segenap jemaat Gereja Mawar Sharon my home yang tergabung dalam Yayasan Sentuhan Kasih Bangsa dan Connect Group bergerak untuk berbagi kasih melayani korban banjir di sekitar wilayah Sungai Deli. Banjir yang secara tiba-tiba melanda beberapa wilayah di kota Medan akibat hujan deras dan runtuhnya tanggul di daerah Simalingkar cukup membuat warga resah. Akibat banjir ini mengakibatkan air sungai meluap dan air menggenangi rumah-rumah di dataran rendah. Bahkan, beberapa titik jalan raya di kota Medan terkena imbasnya sehingga mengalami kemacetan.

Volunteer Yayasan Sentuhan Kasih Bangsa (YSKB) dan Connect Group (CG) berkumpul di sekretariat GMS my home dari pukul 08.30 WIB untuk mendapat pengarahan singkat dari Bpk. Rudy W mengenai tindakan yang akan diambil setibanya di daerah korban banjir. Bantuan yang hendak diberikan berupa dukungan untuk dapur umum, dan kami pun memberikan bantuan beberapa karung beras, ikan dalam kaleng dan bahan pokok untuk memasak.

Kurang lebih 70 KK tinggal di sekitar Sungai Deli, beberapa warga yang tinggal di dataran rendah sedang sibuk membersihkan rumah akibat tergenang air sungai. Kepling dan warga sekitar menyambut baik kedatangan kami. Dengan sigap, segera volunteer YSKB dan CG memberikan bantuan di dapur umum yang tersedia. Segenap ibu-ibu dan beberapa pemudi membantu menyiapkan bahan-bahan masakan.

Karena terlalu sibuk membersihkan rumahnya, warga tidak sempat memikirkan kebutuhan pangannya sendiri. Agar memudahkan pembagian makanan secara merata dan tertib, kami membantu membungkus makanan yang kemudian dibagikan kepada warga. Sementara itu, beberapa pemuda YSKB dan CG turut membantu membersihkan rumah warga dan salah satu rumah jemaat yang terkena banjir.

Dalam kesempatan kali ini, Bpk. Erwin Lubis selaku Ketua Dinas Kesehatan kota Medan juga turut turun ke lapangan beserta beberapa petugas kesehatan dan memberi penyuluhan kesehatan dan pemeriksaan bagi warga sekitar.

Melalui kegiatan ini, kami berharap semakin terjalin tali silaturahmi dengan warga sekitar. Salah seorang staff Kelurahan Medan Baru menyatakan rasa terima kasihnya atas bantuan kami dan begitu gembira karena bantuan yang kami berikan sungguh menyentuh warga; bahkan tanpa memandang suku. Segala kemuliaan hanya bagi Tuhan Yesus! Doa dan harapan saya, biarlah banjir di kota ini segera surut, dan kota Medan akan menjadi lebih baik! Medan for Jesus!

Posted with WordPress for BlackBerry.


Hari Sabtu, tanggal 5 Maret 2011 – bertepatan dengan salah satu hari libur nasional – merupakan waktu yang tepat untuk berkumpul antarsesama volunteer Departemen Family, Life & Counseling (FLC) yang melayani di Gereja Mawar Sharon my home. Sekitar 40 volunteer FLC beserta keluarga berkumpul di Cinta Alam (± 10 km dari Pancur Batu) untuk berfellowship bersama. Rangkaian permainan yang dilakukan di lapangan terbuka Cinta Alam membuat keakraban dan kebersamaan semakin terjalin di antara volunteer FLC, dilanjutkan dengan pujian penyembahan dan perenungan Firman Tuhan.

Saya mendapat kehormatan untuk membagikan renungan singkat disertai motivasi bagi setiap volunteer FLC dalam kesempatan fellowship kali ini sebagai berikut;

Dalam suratnya kepada jemaat di Roma, Rasul Paulus mengingatkan, “Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan.” (Roma 12:11).

Melalui perkataan Paulus di atas, sebelum melayani TUHAN kita harus memastikan:

1. Kerajinan/ kesungguhan kita dalam mencari wajah TUHAN jangan sampai kendor. Sebisa mungkin kita harus melatih manusia roh kita semakin haus akan TUHAN, bergantung pada TUHAN, mengandalkan hikmat TUHAN dan senantiasa bersekutu intim dg Roh Kudus.

2. Roh kita menyala-nyala! Ayat ini sungguh mengingatkan saya bahwa tanpa roh yg menyala-nyala saya tidak dapat melayani TUHAN. Apabila kita melayani TUHAN dalam kondisi roh yg tidak menyala-nyala bahkan padam, maka tidak ada sesuatu yg berarti yg kita hasilkan/ tidak ada dampak ilahi. Penampilan luar kita mungkin saja terlihat ‘rohani’ namun roh kita bisa saja sudah padam & kita tetap memaksakan diri untuk melayani-Nya. Hal ini akan membuat kita lelah secara rohani & akhirnya mengandalkan kekuatan sendiri serta buahnya akan terlihat: kita tidak akan menjadi berkat atau dampak yg berarti bagi sesama!

Mari kuatkan kerajinanmu di dalam-Nya, pastikan rohmu menyala-nyala sebelum melayani TUHAN!

Setelah penyampaian renungan dan motivasi, acara dilanjutkan dengan foto bersama dan pemberian hadiah/ bingkisan kepada seluruh volunteer yang hadir sebagai bentuk apresiasi Gereja Mawar Sharon kepada volunteer FLC yang telah melayani selama ini.

Senang sekali saya dapat berbagi waktu bersama segenap volunteer FLC Gereja Mawar Sharon. Harapan saya, acara fellowship dan keakraban seperti ini akan membuat tim semakin kompak, sehati sepikir, berapi-api dan bersemangat dalam melayani Tuhan.

Posted with WordPress for BlackBerry.